Peran Keluarga dan Masyarakat Dalam Pendidikan

Didalam UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 10 ayat 4 dinyatakan bahwa : Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga dan yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai moral, dan keterampilan. Sementara itu, dalam GBHN 1993 dinyatakan :

“Pendidikan Nasional dikembangkan secara terpadu dan serasi baik antar berbagai jalur, jenis dan jenjang pendidikan, maupun antara sektor pendidikan dengan sektor pembangunan lainnya serta antar daerah. Masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan seluas-luasnya untuk bkerperan serta dalam penyelenggaran pendidikan nasional.”

Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah. Sekolah hanyalah pembantu kelanjutan pendidikan dalam keluarga sebab pendidikan yang pertama dan utama diperoleh anak adalah dalam keluarga. Peralihan bentuk kpendidikan jalur luar sekolah ke jalur pendidikan sekolah (formal) memerlukan “Kerja Sama” antara orang tua dan sekolah (Pendidik).

Sikap anak terhadap sekolah terutama akan dipengaruhi oleh sikap orang tuanya. Begitu juga sanga di perlukan kepercayaan orang tua terhadap sekolah (pendidik) yang menggantikan tugasnya selama diruang sekolah. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan, mengingat akhir-akhir ini sering terjadinya tindakan-tindakan kurang terpuji dilakukan anak didik, sementara orang tua seolah-olah tidak mau tahu, bahkan cenderung menimpahkan kesalahan kepada sekolah.

Orang tua harus memperhatikan sekolah anaknya yaitu dengan memperhatikan pengalaman-pengalamannya dan menghargai segala usahanya. Begitu juga orang tua harus menunjukkan kerja samanya dalam mengarahkan cara anak belajar di rumah, membuat pekerjaan rumahnya, tidak disita waktu anak dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, orang tua harus berusaha memotivasi dan membimbing anak dalam belajar.

Berdasarkan hasil riset bahwa pekerjaan guru di sekolah akan lebih efektif apabila dia mengetahui latar belakang dan pengalaman anak didik di rumah tangganya. Anak didik yang kurang maju dalam pelajaran, berkat kerja sama orang tua anak didik denganpendidik, banyak kekurangan anak didik yang dapat diatasi, lambat laun juga orang tua menyadari bahwa pendidikan atau keadaan lingkungan rumah tangga dapat membantu kesukaran anak di sekolah.

Pada dasarnya cukup banyak cara yang dapat ditempuh untuk menjalin kerja sama antara keluarga dengan sekolah. Contohnya :

1.      Adanya kunjungan kerumah anak didik.

Pelaksanaan kunjungan kerumah anak didik ini berdampak sangat positif, diantaranya :

  1. Kunjungan melahirkan perasaan pada anak didik bahwa sekolahnya selalu memperhatikan dan mengawasinya.
  2. Kunjungan tersebut memberi kesempatan kepada si pendidik melihat sendiri dan mengobservasi langsung cara anak didik belajar, latar belakang hidupnya, dan tentang masalah yang dihadapinya, dalam keluarga.
  3. Pendidik berkesempatan untuk memberikan kepada orang tua anak didik tentangpendidikan yang baik, cara-cara menghadapi masalah-masalah yang sedang dialami anaknya (kalau anaknya bermasalah).
  4. Hubungan antara orang tua dengan sekolah akan bertambah erat.
  5. Kunjungan dapat memberikan motivasi kepada orang tua anak didik untuk lebih terbuka dan dapat bekerja sama dalam upaya memajukan pendidikan anaknya.
  6. Pendidik mempunyai kesempatan untuk mengadakan interview mengenai berbagai macam keadaan atau kejadian tentang sesuatu yang ingin ia ketahui.
  7. Terjadinya komunikasi dan saling memberikan informasi tentang keadaan anak serta saling memberi petunjuk antara guru dengan orang tua.

 

2.       Diundangnya Orang Tua ke Sekolah

Kalau ada berbagai kegiatan yang diselenggarkaan oleh sekolah yang memungkinkan untuk dihadiri oleh orang tua, maka akan positif sekali artinya bila orang tua diundang untuk datang ke sekolah. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud umpamanya class meeting yang berisi perlomaan-perlombaan yang mendemonstrasikan kebolehan anak dalam berbagai bidang, pameran hasil kerajinan tangan anak, pemutaran film pendidikan dan sebagainya.

Seharusnya undangan terhadap orang tua kesekolah ini minimal dilaksanakan satu kali dalam setahun.

 

3.      Case Conference

Case Coference merupakan rapat atau konferensi tentang kasus. Biasanya digunakan dalam bimbingan konseling. Peserta konferensi ialah orang yang betul-betul mau ikot membicarakan masalah anak didik secara terbuka dan suka rela, seperti orang tua anak didik, guru-guru, petugas bimbingan yang lain, dan para ahli yang ada sangkut pautnya dengan bimbingan seperti Social Worker dan sebagainya. Konferensi biasa dipimpin oleh seorang yang paling mengetahui bimbingan konseling, khususnya tentang kasus yang dimaksud.

Konferensi tersebut bertujuan mencari jalan yang paling tepat agar masalah anak didik dapat diatasi dengan baik. Biasanya hasil konferensi akan lebih baik karena data dikumpulkan oleh beberapa orang, serta interprestasi, analisis dan penentuan diagnosis suatu masalah dilakukan dengan sistem musyawarah mufakat.

 

4.      Badan Pembantu Sekolah

Badan pembantu sekolah adlaah organisasi orang tua murid atau wali murid dan guru. Organisasi dimaksud merupakan kerja sama yang paling terorganisasi antara sekolah atau guru dengan orang tua murid.

Sampai sekarang, organisasi ini telah beberapa kali mengalami perubahan nama karena disesuaikan dengan perkembangan situasi pendidikan dan masyarakat pada mulanya organisasi ini diberi nama perkembangan orang tua murid atau guru (POMG), kemudian berubah menjadi persatuan orang tua murid (POM), Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3), dan sekarang dikenal dengan istilah Komite Sekolah

 

5.      Mengadakan Surat Menyurat antara Sekolah dan Keluarga.

Surat-menyurat ini diperlukan terutama pada waktu-waktu yang sangat diperlukan bagi perbaikan anak didik, seperti surat peringatan dari guru kepada orang tua jika anaknya perlu lebih giat, sering membolos, sering berbuat keibutan dan sebagainya.

Surat-menyurat ini juga sebenarnya sangat baik bila dilakukan oleh orang tua kepada guru atau langsung ke kepala sekolah / madrasah untuk memantau keadaan anaknya disekolah.

 

6.      Adanya Daftar Nilai atau Raport

Raport biasa diberikan setiap catur wulan kepada murid, ini dapat dipakai sebagai penghubung antara sekolah dengan orang tua. Sekolah dapat memberikan surat peringatan atau meminta bantuan orang tua bila hasil raport anaknya kurang baik atau sebaliknya.

Inilah beberapa contoh yang bisa dilakukan untuk menjalin kerja sama antara sekolah dengan keluarga. Semua bentuk kerja sama ini sangat bermanfaat dalam memajukan pendidikan sekolah pada umumnya dan anak didik pada khususnya.

 

2.2 Hubungan Masyarakat dengan Sekolah Serta Peran Masyarakat TerhadapPendidikan.

Dilihat dari konsep pendidikan, masyarakat adalah sekumpulan banyak orang dengan berbagai ragam kukalitas diri mulai dari yang tidak berpendidikan sampai dengan yang berpendidikan tinggi, sementara itu, dilihat dari lingkungan pendidikan, masyarakat disebut lingkungan pendidikan nonformal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan terencana kepada sluruh anggotanya, tetapi tidak sistematis tanpa dukungan masyarakat, pendidikan tidak akan berhasil dengan maksimal. Sekarang hampir semua sekolah memempunyai komite sekolah yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah, sebab masyarkaat dari berbagai lapisan sosial ekonomi sudah sadar betapa pentingnya dukungan mereka untuk keberhasilan pembelajaran di sekolah.

Mohammad Noor Syam, dalam bukunya Filsafat Pendidikan dan Dasar FilsafatPendidikan Pancasila, mengemukakan bahwa hubungan masyarkaat dengan pendidikan sangat bersifat korelatif, bahkan seperti telur dengan ayam. Masyarakat maju karena pendidikan dan pendidikan yang maju hanya ditemukan dalam masyarakat yang maju pula.

Sementara itu, Sanafiah Faisal mengemukakan bahwa hubungan antar sekolah (pendidikan) dengan masyarakat paling tidak, bisa dilihat dari dua segi berikut :

1.      Sekolah sebagai patner masyarakat di dalam melaksanakan fungsi pendidikan. Dalam konteks ini, berarti keduanya yaitu sekolah dan masyarakat dilihat sebagai pusat-pusat pendidikan yang potensial dan mempunyai hubungan yang fungsional.

a.       Fungsi pendidikan di sekolah sedikit banyak dipengaruhi pula oleh corak pengalaman seseorang di lingkungan masyarakat.

Pengalaman pada berbagai macam kelompok pergaulan di dalam masyarakat, jenis bacaan, tontonan, serta aktifitas-aktifitas  lainnya di tengah masyarakat.

Kesemuanya membawa pengaruh terhadap fungsi pendidikan yang dimainkan oleh sekolah terhadap diri seseorang. Kondusif tidaknya dan positif tidak pengalaman seseorang di lingkungan masyarakat tidak dapat dielakan pengaruhnya terhadap keberhasilan fungsi pendidikan di sekolah.

Karena hal itulah, maka sekolah juga berkepentingan dengan perubahan lingkungan seseorang ditengah-tengah masyarakat, antara lain bisa dilakukan dengan melakui fungsi layanan konseling, penciptaan forum komunikasi antara organisasi sekolah dengan lembaga-lembaga lainnya di masyarakat. Sebaliknya, partisipasi secara sadar dari seseorang untuk senantiasa belajar dari lingkungan masyarkat, sedikit banyak juga ditentukan oleh tugas-tugas belajar serta pengarahan belajar yang dilancarkan di sekolah.

b.      Fungsi pendidikan di sekolah akan dipengaruhi oleh sedikit banyaknya serta fungsional tidaknya pendayagunaan sumber-sumber belajar di masyarakat. Kekayaan sumber-sumber belajar ditengah masyarakat seperti adanya perpustakaan umum, adanya meseum, adanya kebun binatang, adanya peredaran Koran dan majalah serta sumber-sumber belajar lainnya, disamping berfungsi sebagai medium pendidikan bagi masyarakat luas, sumber-sumber tersebut juga bisa berfungsi pula untuk didayagunakan bagi fungsi penidikan sistem persekolahan.

Pendayagunaan sumber-sumber belajar di masyarkat bagi kepentingan fungsi pendidikan di sekolah, peningkatannya bisa dilakukan dengan jalan penentuan strategi belajar mengajar yang mengaktifkan keterlibatan mental siswa di dalam mengkaji sumber-sumber belajar di lingkungannya, sebaliknya gerakan-gerakan pendidikan yang diorganisasi di tengah-tengah masyarakat (pendidikan luar sekolah), penuanaian fungsi dari pendidikan di masyarakat itu juga bisa dan fungsional jika mendaya gunakan sumber-sumber sekolah yang berupa guru, gedung, serta perlengkapan lainnya.

 

2.      Sekolah sebagai prosedur yang melayani pesan-pesan penddikan dari masyarakat dan lingkungannya.

Berdasarkan hal ini, berarti antara masyarakat dengan sekolah memiliki ikatan hubungan rasional berdasarkan kepentingan di kedua belah pihak. Berkenaan dengan sudut pandang tersebut, berikut ini dideskripsikan tentang hubungan rasional dimaksud.

a.       Sebagai lembaga layanan terhadap kebutuhan pendidikan masyarakatnya, sekolah sudah tentu membawa konsekuensi-konsekuensi konseptual dan teknis sehingga berkesesuaian antara fungsi pendidikan yang dimainkan oleh sekolah dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Dalam hal ini pengertian masyarakat termasuk di dalamnya komponen-komponen lain di masyarakat. Tujuan pendidikan, baik di tingkat tujuan institusional, tujuan kurikuler, maupun di tingkat tujuan instruksional (TIU dan TIK), semuanya harus disesuaikan secara rasional dengan persyaratan-persyaratan kemampuan dan kepribadian yang secara ideal maupun praktis diciptakan atau dibutuhkan oleh masyarakat bersangkutan. Untuk itu, diperlukan adanya mekanisme informasi timbale balik yang rasional, objektif dan realistis antara sekolah sebagai produser pendidikan dengan masyarakat yang mengonsumsi output pendidikan sangatlah diperlukan.

b.      Akurasi sasaran atau target pendidikan yang ditangani oleh lembaga atau organisasi persekolahan, akan ditentukan pula oleh kejelasan formulasi kontrak antara sekolah (selaku pelayan) dengan masyarakat selaku pemesan.

Rumusan-rumusan umum tentang kebutuhan dan cita-cita pendidikan yang diinginkan masyarakat, sudah tentu memerlukan operasionalisasi dan spesifikasi sehingga memungkinkan pengukuran terhadap terpenuhi fungsi layanan sekolah sebagaimana yang dibebankan oleh masyarkat.

Dalam hal ini diperlukan pendekatan komprehensif didalam pengembangan program dan kurikulum untuk masing-masing jenis dan jenjang persekolahan yang diperlukan.

c.       Penuaian fungsi sekolah sebagai pihak yang dikontrak untuk melayani pesanan-pesanan pendidikan oleh masyarakat, sedikit banyak akan dipengaruhi oleh ikatan-ikatan objektif diantara keduanya.

Ikatan objektif dimaskud bisa-bisa berupa perhatian, penghargaan, dan topangan-topangan tertentu seperti dana, fasilitas, dan jaminan-jaminan objektif lainnya yang memberikan makna penting terhadap eksistensi dan produk di sekolahan. Hubungan antara sekolah dengan masyarakat yang mengontraknya, kalau tidak disertai dengan jaminan dan ikatan-ikatan objektif sebagaimana layaknya yang terjadi antara pihak dikontrak, maka sedikit banyak akan berpengaruh pada penunaian fungsi lembaga persekolahan. Dengan demikian, maka penggarapan pada tingkat system yang berfungsi melembagakan kewajiban an tanggung jawab masyarakat terhadap keberadaan serta produk atau output persekolahan dengan sendirinya menjadi sangat penting dan diperlukan.

Sebagaimana yang dikemukakan terdahulu, masyarakat yang merupakan lembaga ketiga sebagai lembaga pendidikan, dalam konteks penyelenggaraan pendidikan itu sendiri besar sekali perannya. Bagaimanapun kemajuan an keberadaan suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh peran serta masyarakat yang ada. Berikut ini adalah beberapa peran dari masyarakat terhadap pendidikan (sekolah).

1.      Masyarkat berperan serta dalam mendirikan dan membiayai sekolah.

2.      Masyarakat berperan dalam mengawasi pendidikan agar sekolah tetap membantu danmendukung cita-cita dan kebutuhan

masyarakat.

3.      Masyarakatlah yang ikut menyediakan tempat pendidikan seperti gedung-gedung meseum, perpustakaan, panggung-panggung

kesenian, kebun binatang dan sebagainya.

4.      Masyarakatlah yang meyediakan berbagai sumber untuksekolah. Mereka dapat diundang ke sekolah untuk memberikan

keterangan-keterangan mengenai suatu masalah yang sedang dipelajari anak didik.

Orang-orang yang mempunyai keahlian khusus banyak sekali terhadap di masyarakat, seperti petani, peternak, saudagar, polisi, dokter dan sebagainya.

5.      Masyarakat sebagai sumber pelajaran atau laboratorium tempat belajar.

Disamping buku-buku pelajaran, masyarakat memberi bahan pelajaran yang banyak sekali, antara lain seperti aspek alami industri, perumahan, transportasi, perkebunan, petambangan dan sebagainya.

Dengan demikian, jelas seklai bahwa peran masyarakat sangatlah besar terhadap pendidikan sekolah. Untuk itu, sekolah perlu memanfaatkannya sebaik-baiknya, paling tidak bahwa pendidikan harus dapat mempergunakan sumber pengetahuan yang ada di masyarakat dengan alas an sebagai berikut.

1.      Dengan melihat apa yang terjadi di masyarakat, anak didik akan mendapatkan pengalaman langsung (first hand experience)

sehingga mereka dapat memiliki pengalaman yang konkret dan mudah di ingat.

2.      Pendidikan membina anak-anak yang berasal dari masyarakat, dan akan kembali ke masyarakat.

3.      Di masyarakat banyak sumber pengetahuan yang mungkin guru sendiri belum mengetahuinya.

4.      Kenyataan menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan orang-orang yang terdidik dan anak didik pun membutuhkan

masyarakat.

 

2.3 Pengaruh Timbal Balik Antara Sekolah, Keluarga dan Masyarakat.

Pendidikan selalu diarahkan untuk pengembangan nilai-nilai kehidupan manusia. Di dalam pengembangan nilai ini, tersirat pengertian manfaat yang ingin dicapai oleh manusia di dalam hidupnya. Jadi, apa yang ingin dikembangkan merupakan apa yang dapat dimanfaatkan dari arah pengembangan itu sendiri.

Kendatipun demikian, pendidikan tidak bisa lepas dari efek-efek luar yang saling mengaruhi keberadaannya, terutama bagi masyarakat sekitarnya yang mempunyai hubungan saling ketergantungan.

Dalam hal pengaruh sekolah terhadap masyarakat pada dasarnya tergantung kepada luas tidaknya produk serta kualitas output pendidikan (sekolah) itu sendiri.

Semakin besar output sekolah tersebut dengan disertai kualitas yang mantap, dalam artian mampu mencetak sumber daya manusia (human resources) yang berkualitas, maka tentu saja pengaruhnya sangat positif bagi masyarakat.

Ada 4 macam yang bisa dilakukan oleh sekolah terhadap perkembangan pengaruh tersebut :

1.      Mencerdaskan Kehidupan Bangsa.

Kecerdasan masyarakat dapat dikembangkan melalui pendidikan baik formal, nonformal, maupun informal. Sekolah merupakan pelaksana pendidikan formal paling tepat karena programnya lebih ideal dibandingkan lembaga pendidikan yang lain.

2.      Membawa virus pembaharuan bagi perkembangan masyarakat.

Kualitas hidup masyarakat meningkat bila mereka tidak statis melainkan dinamis bermunculan adanya pembaharuan, penemuan-penemuan baru baik ilmu pengetahuan maupun teknologi. Penemuan dapat terjadi di masyarakat dan dapat juga di sekolah. Namun sudah menjadi tugas dan kewajiban sekolah untuk meperluaskan hasil penemuan dan pembaharuan tersebut.

3.      Melahirkan warga masyarakat yang siap dan terbekali bagi kepentingan kerja di lingkungan masyarakat.

4.      Melahirkan sikap positif dan kontruktif bagi warga masyarakat, sehingga tercipta integrasi sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Sekolah merupakan salah satu lembaga masyarakat yang didalam terdapat reaksi dan interaksi antara warganya. Warga sekolah meliputi guru, murid, tenaga administrasi serta petugas sekolah.

Sebagai salah satu lembaga masyarakat maka sekolah perlu memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

1.      menyesuaikan kurikulum sekolah dengan kebutuhan masyarakat.

2.      Metode yang digunakan harus mampu merangsang kehidupan riil dalam masyarakat.

3.      Menumbuhkan  sikap pada murid untuk belajar dan bekerja dari kehidupan.

4.      Sekolah harus selalu berintegrasi dengan kehidupan masyarakat, sehingga kebutuhan keduanya terpenuhi.

5.      Sekolah seharusnya dapat mengembangkan masyarakat dengan cara mengadakan pembaruan tata kehidupan masyarakat.

 

Sumber:

http://arisandi.com/peran-keluarga-dan-masyarakat-dalam-pendidikan/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s