Sertifikasi

S. Efiaty

Di dalam Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 nomor 11 dijelaskan bahwa Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen. Kata sertifikasi ini sangat sering kita dengar akhir-akhir ini. Sertifikasi yang paling sering kita dengar sekarang ini adalah yang berkaitan dengan profesi pendidik, baik guru maupun dosen.

Dalam perbincangan sehari-hari sangat sering kita dengar sekelompok orang sedang membicarakan tentang sertifikasi. Bahkan hal-hal yang terkait sertifikasi selalu ada dalam berita di surat kabar atau media lainnya. Hal yang termasuk heboh adalah pembircaaan tentang sertifikasi guru. Beberapa perbincangan yang sering kita dengar dan lihat antara lain: teman saya selalu heboh jika bulan pemberkasan telah datang, pada awal semester terjadi rebutan jam mengajar (padahal dahulu rebutan menghindari jam mengajar yang banyak), teman saya membuat surat kesepakatan dengan teman kerja untuk membagi hasil sertifikasi, saudara saya sibuk menghadapi sertifikasi, sampai-sampai minta doa restu ke saudara agar bisa lolos sertifikasi, teman saya mendaftar haji karena adanya sertifikasi.

Padahal kata sertifikasi pada mulanya tidak seheboh sekarang, apalagi dampaknya. Dulu kata sertifikasi hanya melambangkan adanya pengakuan terhadap seseorang atau lembaga yang karena melalui suatu akivitas maka mendapatkan sertifikat, dimana sertifikat tersebut akan memperkuat kedudukan seseorang atau lembaga yang menerma sertifikat tersebut. Misal sertifikasi seorang lulusan universitas yang kuliah lagi pada perguruan tinggi keguruan, sehingga dia punya legalitas untuk menjadi seorang guru. Seorang lulusan jurusan akuntansi kemudian melanjutkan pada jurusan profesi akuntansi maka dia akan memperoleh sertifikat sebagai akuntan dan contoh lainnya. Ada juga bagi lembaga yang mendapat sertifikasi Standar Chain Of Custody, Standar ISO 9001, Standar ISO 14001, Standar Sustainable Forest Management.

Lalu apa sebenarnya Sertifikasi ? Motivasi melakukan sertifikasi sangat beragam, ada yang melakukan sertifikasi karena persyaratan/Standar dari pemerintah (seperti sertifikasi guru), atau persyaratan/standar pembeli/cutomer atau persyaratan/standar pemilik lisensi produk atau untuk meningkatkan kompetensi atau image

Sebenarnya apa sih sertifikasi ? Coba kita pahami dari sudut definisi bahasa, kita mulai dari bahasa Inggris , karena kata sertifikasi berasal dari bahasa Ingris, yaitu certification dengan arti keterangan, pengesahan, ijazah, sertifikat, brevet, diploma, keterangan. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, arti sertifikasi sangat sederhana yaitu penyertifikatan.

Sertifikasi merupakan suatu penetapan yang diberikan oleh suatu organisasi profesional terhadap seseorang untuk menunjukkan bahwa orang tersebut mampu untuk melakukan suatu pekerjaan atau tugas spesifik. Sertifikasi biasanya harus diperbaharui secara berkala, atau dapat pula hanya berlaku untuk suatu periode tertentu. Sebagai bagian dari pembaharuan sertifikasi, umumnya diterapkan bahwa seorang individu harus menunjukkan bukti pelaksanaan pendidikan berkelanjutan atau memperoleh nilai CEU (continuing education unit).

Pengertian sertifikasi banyak disusun oleh berbagai lembaga terkait sertifikasi, baik pemerintah , lembaga international atau lembaga kerjasama antar Negara. Salah satu yang bisa diacu adalah istilah dari International Institute for Environment Develpoment (IIED), pengertian sertifikasi adalah Prosedur dimana pihak ketiga memberikan jaminan tertulis bahwa suatu produk, proses atas jasa telah memenuhi standar tertentu, berdasarkan audit yang dilaksanakan dengan prosedur yang disepakati. Sertifikasi berkaitan dengan pelabelan produk untuk proses komunikasi pasar. (http://www.iied.org/)

Dalam konteks tandar ISO 9001:2000 (and ISO 9001:2008) or Standar ISO 14001:2004, “certification” refers to the issuing of written assurance (the certificate) by an independent external body that it has audited a management system and verified that it conforms to the requirements specified in the standard, yang maksudnya bahwa “Sertifikasi” mengacu pada penerbitan jaminan tertulis (sertifikat) oleh badan eksternal independen yang telah diaudit sistem manajemen dan memverifikasi bahwa itu sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam standar (http://www.iso.org)

Gambar1: Contoh bukti sertifikasi

Berbeda lagi dengan Ikatan ahli Geologi Indonesia, yang memiliki perangkat sebuah komisi sertifikasi, menetapkan pengertian sertifikasi sebagai berikut : Yang dimaksud dengan sertifikasi disini adalah standarisasi secara profesional bagi mereka yang kompeten di bidang pekerjaan masing-masing yang dikelola dan dibina oleh Organisasi Profesi bukan Pemerintah. Sertifikasi ini memenuhi persyaratan kualitas profesional yang sudah ditetapkan.( http://sertifikasi.iagi.or.id/)

Dari berbagai penjelasan tentang sertifikasi maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud sertifikasi (padan kata dari penyertifikatan) adalah legalitas terhadap seseorang atau lembaga yang karena telah melakukan aktivitas sehingga memenuhi syarat-syarat tertentu sesuai standar sehingga kepadanya diberikan bukti berupa sertifikat. Jadi yang dimaksud dengan sertifikasi pendidik yang sering kita perbincangkan akhir-akhir ini adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru dan dosen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s